Rabu, 06 Juni 2012

Idblognetwork

0 komentar
I'm Blogger Nusantara
Read more ►

Sabtu, 02 Juni 2012

Dua Tamu Cilik di Ruanganku

0 komentar
Hari-hari paling sensitif bagi saya adalah akhir bulan dan awal bulan. Bukan kenapa-kenapa, tapi memang saat itu adalah saat menumpuknya pekerjaan. Mulai dari laporan bulanan ke yayasan dan ke dinas. 

Selain itu awal bulan adalah saat-saat evaluasi kegiatan di sekolah selama satu bulan kemarin Juga untuk menyiapkan kegiatan sebulan ke depan. Meski kurikulum, Prota, Promes, SKM, SKH guru-guru tertib, tapi saya selalu berharap ada kegiatan yang berbeda  di setiap bulannya. 

Kantor Playgroup terletak di lantai dua. Berhadap-hadapan dengan kantor TK. Jika ruangan saya sangat sepi, berbeda dengan kantor TK yang agak ramai. Apalagi diakhir semester ini sudah banyak calon wali murid yang mendaftarkan anaknya.

Saat itu, ketika saya tengah serius mengetik, hmmm berasa ada yang mengamati saya. Saya menengok ke belakang tapi tidak ada seorangpun. Saya kembali melanjutkan ketikan saya. Beberapa saat kemudian saya kembali merasa ada yang mengamati. Saya menoleh ke belakang, lagi-lagi tidak ada siapa-siapa. 

Penasaran saya berdiri menuju pintu. Ah... setengah terkejut saya mendapati dua gadis cilik di luar pintu ruangan saya. Aih... mereka lucu-lucu. Saya mengulurkan tangan dan mengajak berkenalan. Tapi mereka malah berlari memasuki kantor TK. 

Oh... rupanya mereka calon murid TK. Orang tuanya sedang berbicara dengan bagian TU TK. Sesaat kemudian seseorang (saya rasa mungkin ibunya) berkata pada kedua gadis cilik itu "Izza... Azza... jangan main di dekat tangga ya!" ucap wanita itu. 

Saya kembali memasuki ruangan saya. Banyak yang harus diselesaikan. Saya kembali sibuk dengan ketikan saya. Belum lima menit saya mengetik, kedua gadis cilik itu berlari memasuki ruangan saya. Saya menoleh ke arah mereka, mereka tertawa lalu buru-buru lari ke luar ruangan. Saya menghentikan ketikan saya. Karena saya yakin kedua gadis itu sebentar lagi pasti akan masuk lagi ke ruangan saya lagi. 

Dan benar, mereka kembali masuk ke ruangan saya, lalu buru-buru keluar lagi. Hmmm... sepertinya mereka menggoda saya. Kalau dihitung-hitung mungkin ada sepuluh kali mereka bolak-balik masuk ke ruangan saya. 

Iseng saya ambil HP saya dan kali ini harus berhasil mengajak mereka menyanyi hehehe... Lumayan untuk intermezo. Daaaan... BERHASIL (meski yang paling banyak menyanyi adalah saya hehehe...) Sepertinya salah satu dari gadis cilik itu sudah jatuh hati pada saya hahaha...

Dan ini hasil rekaman saya (Jangan dengarkan saya menyanyi ya. Perhatikan saja kelucuan dan keluguan kedua gadis cilik itu) hehehe...


Sttt... coba hitung berapa kali mereka keluar masuk ruangan saya dalam rekaman ini ^______^

Dan... akhirnya saya bersemangat kembali menyelesaikan tugas-tugas setelah kedatangan dua tamu cilik itu.

Read more ►

Kamis, 31 Mei 2012

Obrolan Terakhir Kami di PIP

0 komentar
Pusat informasi PAUD (PIP)

Siang itu, kamis 16 Mei 2012 adalah hari terakhir Mina Seonsaengnim di PIP. Dan saya juga tidak menyangka bahwa hari itu adalah hari terakhir saya bisa mengunjungi PIP dan bisa bertemu dengan Mina Seonsaengnim. 

Setelah itu saya tidak akan pernah bertemu Mina Seonsaengnim di PIP lagi. Aduh... ngga kebayang kalau ke kantor dinas dan melewati PIP tapi tanpa kehadiran Mina Seonsaengnim disana T.T

Saat saya datang, Mina Seonsaengnim sedang serius di depan laptopnya. Seperti biasa Mina Seonsaengnim menyambut dengan hangat dan ceria. 

Banyak yang kami bicarakan saat itu. Ditemani es krim rasa buah, kami ngobrol seputar kepulangannya ke Korea, rencana Mina Seonsaengnim kedepannya, juga tentang musibah yang dia alami beberapa hari yang lalu saat terserempet sepeda motor T.T

Jika bersama Mina Seonsaengnim, ada saja hal-hal unik yang kami bicarakan. Berawal dari ucapan selamat hari guru yang saya tulis di komentar FB saya tanggal 15 Mei berkembang menjadi obrolan yang sangat seru. Oya setiap tanggal 15 Mei orang Korea memperingati Hari Guru.

Mina Seonsaengnim mengatakan bahwa orang  Korea senang merayakan sesuatu. Salah satu yang menarik adalah, pada tanggal 14 di setiap bulannya selalu ada perayaan. Saya sampai mencatat nama-nama perayaannya. Penasaran??? hahaha...
  • 14 Januari "Diary Day"
  • 14 Februari "Valentine Day"
  • 14 Maret "White Day"
  • 14 April "Black Day"
  • 14 Mei "Rose Day"
  • 14 Juni "Kiss Day"
  • 14 Juli " Silver Day"
  • 14 Agustus "Green Day"
  • 14 September "Photo Day"
  • 14 Oktober "Wine Day"
  • 14 November "Movie Day"
  • 14 Desember "Hug Day"
Unik ya... Tapi kalau menurut saya mah, malah bikin repot dan pastinya ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan Syariat Islam. Jadi, jangan ditiru ya ^______^ 
 
Selain itu, kami membahas tentang kampung halaman Mina Seonsaengnim. Kebetulan saat itu saya membawa majalah bulanan Korea yang isinya membahas banyak hal mengenai hal-hal yang sedang happening di Korea saat ini. Diantaranya Expo 2012 Yeosu Korea yang berlangsung tanggal 12 Mei - 12 Agustus 2012.

Dan... ternyata kampung halaman Mina Seonsaengnim tidak jauh dari tempat diselenggarakannya Expo 2012 Yeosu tersebut. 
 
Mina Seonsaengnim juga bercerita bahwa rumahnya tidak jauh dari lokasi wisata Chunhyang Theme Park yang terkenal dengan Love story  Chun Hyang dan Lee Mong  Ryong. Kisah cinta mereka diangkat ke dalam drama Sassy Girl Chun Hyang. Aigooooo tambah mupeng aja pengen ke Korea...

Ngalor-ngidul ngobrol tidak terasa sudah jam setengah dua siang. Saatnya untuk berpamitan. Sedih rasanya kalau mengingat pada kenyataan bahwa hari ini adalah hari terakhir saya bisa ngobrol panjang lebar dengan Mina Seonsaengnim di PIP (jadi mewek hiks...hiks...)
 
Sebelum pulang, saya menyempatkan untuk mengambil beberapa foto. 
 


Terakhir, hari Senin, 21 Mei 2012 Mina Seonsaengnim berkunjung ke sekolah saya dan membawa balon warna-warni untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak KBMI. Ini adalah pertemuan kami yang terakhir. 

Slide film ini saya buat teristimewa untuk sahabat sekaligus guru bahasa Korea saya. 


Tanggal 31 Mei 2012 Mina Seonsaengnim kembali ke Korea setelah 2 tahun tinggal di Indonesia. Selamat jalan sahabat. Kita pasti berjumpa kembali. Terima kasih untuk persahabatannya selama ini. 
I'm gonna miss you...
Read more ►

Rabu, 30 Mei 2012

Banyak Setengahnya

0 komentar
Gambar diambil disini

Jika mendengar orang berbicara menggunakan bahasa Jawa insyaAllah setengah-setengah saya mengerti. Tapi kalau mau berbicara dengan bahasa Jawa, saya kebanyakan mikirnya dari pada ngomongnya. Akhirnya sebagai jalan pintas, saya pasti menggunakan bahasa persatuan. Yaitu bahasa Indonesia.

Pun, saat orang tua saya berbicara dengan bahasa Sunda, saya paham 100%. Tapi, takut bahasa Sunda yang keluar dari mulut saya adalah bahasa Sunda yang agak kasar (bukan kromo) lagi-lagi saya memilih menggunakan bahasa Indonesia. 

Tak jauh beda bila saya mendengar orang Minang berbicara, meski tidak bisa mengartikan kata satu-persatu, tapi saya juga paham tentang apa yang mereka bicarakan. Tapi jangan harap saya akan membalas pertanyaan atau sapaan mereka dengan bahasa Minang, karena yang akan keluar dari mulut saya lagi-lagi bahasa Indonesia.

Dan saat mendengar orang Malaysia berbicara di televisi, saya paham dan mengerti apa yang mereka bicarakan. Tapi... mungkin kalau saya bertemu orang Malaysia dan mereka mengajak saya bicara, sudah pasti saya akan menjawab dengan bahasa Indonesia. 

Untuk bahas Asing, saya bisa membedakan bahasa Korea, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Thailand dan bahasa Tagalog (cuma ngebedain doang lho, bukan berati saya bisa bahasa asing tersebut). 

Mengapa banyak setengahnya??? Saya juga bingung. Tapi okelah, saya akan bercerita sedikit tentang masa kecil dan masa-masa ABG saya ^_____^

Ayah saya adalah seorang pegawai negeri di departemen keuangan yang sering pindah tugas dari satu kota ke kota lain. Dan dari enam bersaudara, hanya saya dan adik saya yang selalu ikut orang tua pindah. Keempat kakak saya stay di Pekalongan.

Orang tua saya asli dari Bandung. Bahasa yang beliau gunakan di rumah adalah bahasa Sunda. Sedangkan saya lahir di Semarang, lalu usia tiga tahun ikut orang tua pindah ke Pekalongan. Di rumah mendengarkan orang tua bicara dengan bahasa Sunda, di luar rumah bergaul dengan teman-teman yang menggunakan bahasa Jawa (menurut saya, bahasa jawa-nya orang Pekalongan itu unik lho. Selain medok, juga berirama enak didengar hehehe)

Kenaikan kelas 3 SD saya ikut orang tua pindah ke Kudus. Sama halnya dengan Pekalongan, di Kudus juga menggunakan bahasa Jawa tapi dengan dialek yang berbeda. 

Lebih seru lagi saat kelulusan SD ayah saya kembali pindah ke Padang Sumatera Barat. Ampun... ini adalah masa-masa yang paling sulit dalam hidup saya (saat itu saya mulai ABG). Perbedaan bahasa dan budaya (padahal masih satu negara ya hehehe). 

Saya cenderung menjadi pribadi yang tertutup. Bayangkan... orang jawa yang terkenal alus, suka  berbasa-basi bertemu dengan orang Minang yang karakternya terbuka, berkata apa adanya. suka bilang suka, tidak bilang tidak, pokoknya ngga ada basa basinya deh.

Butuh dua tahun untuk beradaptasi dan menikmati kehidupan. Tapi Alhamdulillah tahun ketiga saya sudah mulai menikmati sekolah, memiliki banyak teman bahkan sahabat. Sikap terbuka dan apa adanya ternyata juga mengasyikkan ^_____^

Satu tahun pertama, saya lebih senang menghabiskan waktu di rumah dari pada main dan jalan-jalan. Biasanya saya menghabiskan waktu dengan menonton televisi.  Pilihan channel televisi waktu itu adalah RCTI, SCTV, TVRI (dari Indonesia), TV1, TV3 , TV  dan RTM (dari Malaysia), trus adalagi channel dari Thailand, Filiphina, Singapura dan Brunai Darusalam (tapi saya lupa nama stasiun televisinya)

Anehnya, untuk "televisi nasional" pada jam-jam tertentu kita bisa mendengar suara program acara yang tengah ditayangkan. Tapi gambarnya kotak-kota tak jelas. Sedangkan untuk channel dari negara tetangga malah lebih bagus.

Alhasil setiap hari saya nonton acara televisi Malaysia. Mulai dari berita, acara masak-masak dan drama (dulu kalau ngga salah aktor yang terkenal itu P Ramlee. Trus drama tradisionalnya tentang Hang Tuah dan Hang Jebat).

Mungkin dari acara televisi itulah saya bisa memahami bahasa Melayu. Dan ternyata kalau diamat-amati, bahasa Indonesia, bahasa Minang dan bahasa Melayu memiliki beberapa kesamaan.

Dari Padang saya pindah ke Solo. Kali ini bukan karena mengikuti orangtua yang pindah. Tapi karena meneruskan SMA dan mondok di kota Solo. Meskipun tinggal di Solo, saya tetap tidak bisa berbahasa Jawa halus, karena saya masuk pesantren yang menggunakan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa sehari-hari (tapi lagi-lagi bahasa Arab dan bahasa Inggris saya juga setengah-setengah ngga jelas gitu).

Lulus SMA, saya pulang kampung alias kuliah di Bandung. Wah... setiap hari mendengar orang berbicara dengan bahasa Sunda. Tapi, karena logat bicara saya akhirnya juga setengah-setengah. Setengah medok setengah nggak. Teman kuliah juga tahu-nya saya orang Jawa (karena SMA saya di Solo) mereka memanggil saya dengan sebutan Mba Cici. Otomatis mereka juga mengajak saya bicara dengan bahasa Indonesia (karena mereka mengira saya tidak bisa dan tidak mengerti bahasa Sunda).

Sekarang saya sudah lulus kuliah, berdomisili dan bekerja di kota Pekalongan. Alhamdulillah cita-cta saya untuk menjadi seorang pendidik terkabul. Walaupun dari SMP cita-cita saya menjadi guru TK dan pada kenyataanya sekarang saya seorang pendidik di Kelompok Bermain. Semuanya tetap saya syukuri. 

Namun, kembali dikaitkan dengan bahasa, beberapa teman yang mengetahui saya pindahan dari Bandung, mereka memanggil saya sengan sebutan Teh Cici. Nah lho... piye tho??? But it's oke. Saya menyukai semua panggilan itu. Teh Cici atau Mba Cici dua-duanya tetap enak di dengar.

Harapan saya kedepannya adalah suatu saat nanti akan ada yang memanggil saya dengan sebutan nuna ataupun eonni (kakak perempuan dalam bahasa Korea hehehe)

Cita-cita saya selanjutnya adalah:
  1. Mengunjungi Baitullah untuk menunaikan Ibadah haji.
  2. Keliling Indonesia, untuk mengunjungi beragam obyek wisata dan wisata kuliner.
  3. Ke Jepang mengunjungi teman blogger saya yang tinggal di Kumamoto di Pulau Kyunshuu (yang kebetulan di pulau itu letak Beppu, salah satu obyek wisata yang dari jaman SMA pengen saya sambangi).
  4. Ke Korea mengunjungi sahabat sekaligus guru bahasa Korea saya, Mina Seonsaengnim.
Whaaaaa semoga terkabul amin ^______^

Oya... satu lagi saya juga mupeng ingin ke "Jepang" yang ada di dekat tempat tinggalnya Noorma Fitriana M. Zain yang ada di Kabupaten Pekalongan hehehe...
Saengil cukha hamnida Noorma... Wish u all the best :)

"Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Cah Kesesi AyuTea yang diselenggarakan oleh Noorma Fitriana M. Zain"

Read more ►

Kamis, 24 Mei 2012

Proyek Guru-Guru KBMI

0 komentar
Congratulation untuk Bapak dan Ibu guru KBMI karena telah menyelesaikan dengan baik tantangan yang saya berikan, berupa "Proyek Puncak Tema Alam Semesta

Setelah kurang lebih tiga hari Bapak dan Ibu Guru mempersiapkan Puncak Tema Alam Semesta, mulai dari mencari ide, perencanaan, persiapan perlengkapan disertai presentasi dan adu argumen serta mendapat kritikan yang "cukup" pedas dari saya, akhirnya Puncak tema Alam Semesta dapat terselenggara dengan baik dan sangat memuaskan khususnya untuk Kakak-kakak Kelompok B. Bahkan mendapat applause yang meriah dari penonton wali murid TK.

Terima kasih Bapak dan Ibu guru untuk kerja kerasnya. Teruslah berkreasi, memberikan pembelajaran yang terbaik dan terinovatif untuk anak didiknya.

Kesibukan membuat alat peraga

Ombak, awan hitam, matahari dan awan biru

Alat peraga buatan Pak Ustadz 

Sosiodrama tentang proses turunnya hujan

Main Hujan-hujanan

Sekali lagi saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada:
1. Pak Ustadz sebagai Pimpinan Proyek kali ini selamat dan terima kasih sudah "tahan banting" saya evaluasi setiap tahap perkembangan proyeknya.
2. Ibu-ibu guru yang super sigap khususnya dalam pelaksanaan Puncak Tema ini.
Read more ►

Rabu, 23 Mei 2012

Hari Ini Saya Sangat Malu

0 komentar
Whayooooo rasakan. Inilah akibat menunda-nunda dan terlalu banyak mencari alasan. Malu dan tidak enak hati, itulah yang sedang saya rasakan saat ini. 

Sebetulnya ini adalah hal yang sepele. Yaitu menunda untuk menjenguk Kakak Guru TK yang sakit.

Ceritanya, (di tempat saya  mengajar yang merupakan satu komplek lingkungan pendidikan tingkat Play Group dan TK)  Seorang guru TK di Yayasan yang sama, beberapa hari yang lalu dirawat di rumah sakit karena sakit typus.

Kakak saya yang juga teman dari Kakak Guru TK tersebut sudah mengingatkan saya untuk menjenguk ke rumah sakit. Tapi saat itu saya menjawab, "Ya, kalau semua urusan di sekolah sudah beres." Saya menyesal menjawab seperti itu. Sampai beberapa hari kemudian, saya belum juga sempat menengok beliau (padahal kalau saya mau meluangkan waktu saya hanya 1 jam saja. Pasti bisa).

Kemarin, Selasa, 22 Mei 2012 kakak saya kembali mengingatkan. Bahkan mengatakan bahwa Kakak Guru TK sudah pulang dari rumah sakit. Lagi-lagi saya menjawab, "Besok sepulang sekolah saya akan menengok ke rumahnya."

Hari ini Rabu 23 Mei 2012 beliau sudah kembali masuk mengajar di TK. Pagi tadi saya berpapasan dengan beliau di tangga yang menuju kantor Kepala Sekolah (ruang Kepala TK berhadapan-hadapan dengan ruangan kerja saya).

MasyaAllah... saya bingung harus bicara apa. Dan kalimat pertama yang keluar dari mulut saya adalah, "Maaf Ustadzah saya belum sempat menjenguk. Aduh... saya jadi malu." ucap saya sepontan. 

Alhamdulillah beliau tersenyum lalu menjawab, "Tidak apa-apa. Saya sudah sembuh kok, terus, kalau malu tutup aja wajahnya." jawab beliau sambil bercanda. 
Saya menjabat tangannya kembali  dan meminta maaf sekali lagi.
Read more ►

Senin, 21 Mei 2012

Bila Waktu Telah Berakhir

0 komentar

Innalillahi wa innailaihi roji'un. Merupakan sunatullah bahwa setiap yang bernyawa akan bertemu dengan kematian. Semua sudah ditentukan waktunya. Tidak bisa diperlambat ataupun dipercepat walaupun hanya sedetik. Sungguh tak ada seorang pun yang tahu kapan ajal akan menjemput.

Tapi entah apa yang terjadi, dalam satu bulan ini saya sering mendengar berita kematian. Beberapa dari mereka bahkan masih berusia muda.

Ya, itulah kematian yang kan pasti datang. tidak pandang usia, jabatan, jenis kelamin, pekerjaan. Jika waktu telah berakhir, semua harus kembali menghadap Sang Pencipta.

Yang pertama, salah seorang wali murid TK. usianya masih sangat muda. Meninggal sahid setelah melahirkan anak keduanya. 

Yang kedua, paman dari murid saya Syeh. Beliau asli solo, namun sudah puluhan tahun tinggal di Saudi. Setiap tiga bulan sekali beliau menyempatkan untuk kembali ke Indonesia. Selain untuk bersilaturrahmi dengan keluarga di Indonesia, juga untuk menyantuni janda-janda dan anak yatim di Madura.

Dari Madura, beliau menuju Surabaya untuk bertemu kerabatnya. Setelah itu, beliau hendak menuju Pekalongan untuk berjumpa dengan mamanya Syeh. Bahkan saat di stasiun surabaya, beliau masih sempat menelepon mamanya Syeh, mengabarkan sesaat beliau lagi akan naik kereta api. Kerabat yang mengantarkan ke stasiun oleh Beliau pun malah diminta untuk pulang saja karena sebentar lagi kereta akan datang. 

Namun, tak berapa lama kemudian malaikat maut sudah menjemput. Beliau meninggal sebelum sempat naik kereta api. Mamanya Syeh yang sudah merapikan kamar tamu dan sudah membuat hidangan istimewa hampir tak mempercayai berita tersebut. Namun, hikmahnya adalah Beliau bisa dimakamkan berdekatan dengan makam ayah dan ibunda beliau di Solo. 

Ketiga, salah satu pendidik PAUD di kota Pekalongan yang sama-sama mengikuti kelas bahasa Korea, namun beda angkatan. Beliau meninggal di usia 37 tahun karena sakit. Meninggalkan 2 anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar

Yang keempat adalah suami dari salah satu pengurus yayasan tempat saya bekerja. Beliau baru saja menjalani operasi. Operasi berjalan dengan lancar, bahkan kondisi beliau sudah berangsur membaik. Namun takdir berkata lain. Setelah membuat keluarga bahagia karena perkembangan kesembuhannya yang sangat pesat, di pagi harinya beliau meminta untuk membersihkan diri, bahkan beliau juga sempat mencukur kumis dan janggut beliau. Sesaat kemudian, beliau telah dipanggil oleh Allah SWT

Yang kelima, hari ini 21 Mei 2012 seorang wali murid TK, namun sekarang anaknya sudah duduk di kelas 2 SD telah pergi dengan tenang kembali menghadap Penciptanya.. Meninggalkan dua anak yang masih kecil pula.

Saya merinding. Apa yang sudah saya siapkan untuk bekal di hari kebangkitan nanti jika tiba-tiba malaikat maut datang menjemput???

Sudah cukupkah bekal yang saya persiapkan??? Jawabannya.... BELUM :(
Read more ►
 

Copyright © 2012 All about me Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger